(Review Novel) And Then There Were None, Agatha Christie (1939)

Novel And Then There Were None. Siapa yang tidak kenal Agatha Christie? Penulis genre misteri yang paling terkenal di abad 19. Karyanya sudah mencapai lebih dari 100 karya dan rata-rata merupakan novel best seller dan banyak karyanya yang diangkat ke layar lebar. 

Novel And Then There Were None atau Dan Semuanya Lenyap dalam bahasa Indonesia merupakan novel Christie yang paling sering diadaptasi dan diangkat ke layar lebar.


Satu Kalimat tentang Novel And Then There Were None

Novel misteri pembunuhan tanpa detektif di sebuah pulau terpencil, menewaskan satu persatu 10 orang yang tidak saling mengenal dan datang dari latar belakang berbeda.

novel and there were none

Review Novel And Then There Were None


And Then There Were None
(Dan Semuanya Lenyap)
Penulis: Agatha Christie
Alih Bahasa: Mareta
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan kedua belas: November 2017
ISBN 9789792235241
288 halaman


Bayangkan jika kita diundang untuk berlibur saat musim panas di rumah seseorang yang kita mengira mengenalnya, namun ternyata kenyataan berkata berbeda. 

Mansion atau rumah mewah besar yang terletak di Pulau Indian, di seberang Pantai Devon ini memang indah. Bagian selatan rumah itu sangat berbeda karena melandai ke laut. Rumahnya menghadap ke selatan-rendah, berbentuk persegi, dan kelihatan modern dengan jendela-jendela bundar yang memungkinkan cahaya masuk sebanyak-banyaknya.

Namun beberapa jam setelah kedatangan mereka, semua yang indah berubah menjadi mimpi buruk. Sebuah keputusan yang salah untuk datang ke sebuah pulau terpencil yang mengandalkan perahu yang datang agar bisa keluar dari sana. Bisa dikatakan perjalanan kesini adalah one way ticket cause they can never leave.

Sebuah keputusan yang mereka sesali (jika mereka masih hidup), terkecuali satu diantara mereka yaitu si pembunuh. 


Lalu siapa saja yang datang ke pulau ini?

Sebagian besar dari mereka menerima undangan berupa telegram dari seseorang bernama Owen. Namun ada juga yang datang karena menerima tawaran pekerjaan. 


1. Emily Brent, seorang perawan tua berumur 65 tahun dengan sikap menyebalkan.
2. Vera Claythorne, gadis muda yang gugup dan melamar menjadi sekertaris.
3. Dokter Armstrong, seorang dokter bedah.
4. Anthony Marston anak orang kaya yang hidup ugal-ugalan dan semau hati.
5. Si Tua Justice Wargrave, pensiunan hakim.
6. Philip Lombard, seorang Kapten dengan bola mata yang selalu bergerak cepat.
7. Jenderal Macarthur, pensiunan Jenderal.
8. Mr. Davis/William Henry Blore, bekas seorang polisi yang bekerja di Biro Penyelidikan Kriminal.
9 & 10. Butler dan istrinya: Mr. and Mrs Rogers.

Yang menarik dari cerita ini adalah mereka tidak saling mengenal satu sama lain, dan mempunyai perbedaan latar belakang pendidikan, pekerjaan, tempat tinggal, status sosial dan usia.

Setiap karakter yang ada di dalam novel seperti hidup. Mereka mempunyai kepribadian yang kompleks, sama seperti tokoh yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Ada yang mereka simpan rapat di dalam dirinya, berharap orang lain tidak mengetahuinya.


Alur Cerita

Alur cerita di dalam novel And Then There Were None maju mundur dan semua orang bergantian menjadi orang pertama di dalam cerita dan kita sebagai pembaca melihat cerita dari sudut pandang mereka. Sekaligus mengikuti potongan potongan informasi yang diberikan sedikit demi sedikit. 

Novel yang tidak terlalu tebal ini disajikan padat dan ceritanya berjalan cukup cepat. Semua informasi yang disebar di dalam cerita adalah benang merah yang disebarkan oleh penulis.

Konflik

and then there were none quotes



Setiap orang yang datang tidak pernah bertemu dan tidak saling mengenal, kecuali butler dan istrinya. Namun, mereka mempunyai kesamaan yaitu mereka telah melakukan perbuatan kriminal yang selama ini mereka simpan sendiri. Satu-satunya orang yang mengakui kesalahannya di depan yang lain hanyalah Philip Lombard.


Selama ini rahasia itu mereka tutup rapat dan disimpan sendiri sampai terungkapkan setelah perjamuan makan malam. Seseorang yang dipercaya itu adalah Mr. Owen telah merekam suaranya dan memberitahukan kejahatan setiap orangnya. Maksud dari diungkapkannya kejahatan ini adalah bahwa setiap orang mendapatkan balasan atas kejahatan yang dulu dilakukannya.

Ketegangan tidak berakhir sampai di situ saja karena sesudah makan malam itu terjadi kematian yang pertama menimpa salah satunya. Dan berikutnya lalu berikutnya. Mereka jadi saling mencurigai, beberapa bahkan ada yang berkomplot karena mencurigai seseorang. 

Kematian yang terjadi mirip seperti apa yang ditulis dengan sajak Anak Indian yang disebar di berbagai ruangan. 



Berikut bunyinya di bawah ini


Sajak Anak Indian


Sepuluh anak Indian makan malam;
Seorang tersedak, tinggal sembilan.
Sembilan anak Indian bergadang jauh malam;
Seorang ketiduran, tinggal delapan.
Delapan anak Indian berkeliling Devon;
Seorang tak mau pulang, tinggal tujuh.
Tujuh anak Indian mengapak kayu;
Seorang terkapak, tinggal enam.
Enam anak Indian bermain sarang lebah;
Seorang tersengat, tinggal lima.
Lima anak Indian ke pengadilan;
seorang ke kedutaan, tinggal empat.
Empat anak Indian pergi ke laut;
Seorang dimakan ikan herring merah, tinggal tiga.
Tiga anak Indian pergi ke kebun binatang;
Seorang diterkam beruang, tinggal dua.
Dua anak Indian duduk berjemur;
Seorang hangus, tinggal satu.
Seorang anak Indian yang sendirian;
Menggantung diri, habislah sudah.


Karakter Favorite

Setiap karakter yang ada di dalam novel ini, seiring berjalannya cerita mulai menampakan sifat aslinya dan alasan mengapa mereka menyimpan rahasia ini rapat-rapat. 

Kemudian ada juga saat-saat dimana mereka berusaha memecahkan masalah ini bersama. Dimana kita menjadi dapat mengetahui siapa yang dapat melakukan analisa dengan baik dan kaitannya dengan kasus ini.

Karakter favorite saya di dalam novel ini adalah Kapten Lombard. Hanya dia yang dari awal tidak menutup kesalahannya di masa lalu. Dia mengakui saat itu, seperti itulah yang terjadi.

Tema yang Diangkat di Dalam Cerita

Di dalam novel And Then There Were None yang bergenre misteri pembunuhan ini mengangkat tema kejahatan, whodunit, ambisi dan perasaan bersalah yang dapat membunuh seseorang. 


Opini

Jika ada yang mengatakan rasa bersalah seperti hantu yang menakuti sepanjang hidupmu, itu dapat kita lihat di dalam cerita ini salah satunya. Beberapa diantara mereka memang dapat menjalani kehidupan seperti biasa, namun bayangan itu kadang datang menghampiri dan membuat diri sendiri menjadi resah karenanya.

Konklusi

Kalau kalian penyuka cerita misteri dan mencari referensi buku yang membuatmu susah meletakannya, ini adalah yang kalian cari. 

Buat yang belum pernah membaca karya Agatha Christie sebelumnya, seperti saya dan merasa bingung dengan karakter yang banyak dimana semuanya bergiliran menjadi orang pertama, bisa menonton filmnya dulu.

Saya yang menemukan kalau adaptasi terbaru dari film ini ditayangkan oleh BBC dan bahkan ada videonya di Youtube, langsung mencoba konsep baca-menonton bagian 1-baca-menonton bagian 2-baca-menonton bagian 3.

Filmnya bisa kalian tonton di bawah ini, yang pasti menonton filmya membuat karakter dan ceritanya tinggal lebih lama di dalam memory saya.

Fakta

Novel ini awalnya berjudul 10 Little Niggers, karena tokoh anak Indian ini awalnya 10 anak negro. Kemudian diganti untuk mengilangkan kata "negro" disini yang sensitif karena ada unsur rasisme. 

Begitupula dengan nama pulau yang sebelumnya pulau Negro kemudian diganti dengan Pulau Indian di dalam buku cetakan Indonesia dan Pulau Tentara di dalam buku cetakan Inggris. Seperti juga 10 Anak Indian pun menjadi 10 tentara.

Novel Agatha Christie satu ini merupakan novel kriminal paling laris sepanjang jaman dan merupakan novel favorite dari Christie karena merupakan novel yang paling sulit dia tulis.

Film And Then There Were None


Bagian Pertama sampai dengan Bagian Ketiga dari Film yang ditayangkan di BBC One di Inggris. Film ini diperankan oleh bintang yang terkenal seperti Aidan Turner (yang bermain sebagai Kili di Lord of The Rings) berperan sebagai Frank Lombardi, Douglas Booth sebagai Anthony Marston dan Charles Dance sebagai Hakim Wargrave.

Cerita novel dengan tema whodunit ini banyak juga diambil sebagai inspirasi film lainnya, salah satunya adalah Knives Out. Resensi lengkap film ini dapat dilihat di SINI


Happy reading and happy watching.

xoxo


Referensi

Novel And Then There Were None (Dan Semuanya Lenyap)

4 Comentarios

  1. Sukaaaa... Baiklah aku scroll tulisan lainnya. :*

    BalasHapus
  2. Eh Mba Renov ada blog baru yaaa 😊
    Aku juga suka banget nih buku-buku misteri karangan Agatha Christie, semua kasus misterinya susah ditebak banget. Kayaknya judul ini juga jadi salah satu yang terkenal banget ya dari Agatha Christie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Kak ... makasihhh udah mampir ke rumah yang ini.
      Rumah yang ini khusus non fiksi aja, biar enggak terlalu campur aduk yang disana hehe.

      Iya, betul banget, Mbak. Judul yang satu ini adalah yang paling terkenal dan paling banyak diadaptasi serta menginspirasi film film model whodunit lainnya.

      Hapus