(Review Novel) The Murder on the Links, Lapangan Golf Maut (1923)

   

The Murder on the Links atau Pembunuhan di Tautan, dulunya dikenal dengan judul Lapangan Golf Maut adalah karya Agatha Christie yang menampilkan tokoh Hercule Poirot, si detektif Belgia. 

Ini pertama kalinya saya membaca edisi Hercule Poirot. Ya bagaimana tidak, ini kan novel Agatha Christie kedua yang saya baca setelah And Then There Were None. 


Satu Kalimat tentang The Murder on the Links / Lapangan Golf Maut

Novel dengan kejahatan sama sekali bertolak belakang dari kejahatan yang tersusun rapi dan biasa, sebagaimana yang disukai oleh seorang detektif, yang membuatmu berpikir kira-kira motif pembunuhan apa yang mendasari dan kamu menyadari jika kamu belum sampai halaman terakhir, maka masih banyak misteri yang terkuak.

murder on the links




Review Novel The Murder on the Links


The Murder on the Links
(Pembunuhan di Tautan / Lapangan Golf Maut)
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa: Suwarni A.S
Cetakan kedelapan: Januari 2018
ISBN 9789792266764
320 halaman
Goodreads rating: 2,68


Bahwa bila kita menemukan dua kejahatan yang sama benar perencanaan dan cara kerjanya, kita akan menemukan otak yang sama pula di baliknya.

Novel yang menceritakan tentang kisah detektif Hercule Poirot yang menerima sepucuk surat permintaan tolong dari seseorang yang sudah meninggal ketika dia tiba di kediamannya.


Alur cerita

Novel ini menggunakan sudut pandang Kapten Hastings sebagai narrator.

Cerita dimulai ketika Hastings bertemu seorang wanita cantik di kereta dari Paris ke London. Mereka kemudian terlibat dalam pembicaraan, dan diketahui bahwa si cantik berprofesi sebagai artis circus. Ketika mereka berhenti di tempat tujuan, Hastings bertanya siapa nama si cantik, dan dia menjawab "Cinderella".

Di kediaman Poirot, Poirot menerima sepucuk surat permintaan tolong dari Mr. Renauld. Ditemani Hastings mereka berangkat ke Villa Genevieve di kota kecil Merlinville, Perancis. 

Poirot mengatakan di perjalanan kalau dia mempunyai firasat, sesuatu yang sulit dijelaskan di dalam kata-kata, bahwa kasus ini akan merupakan suatu peristiwa besar-suatu perkara yang panjang dan sulit, yang tidak akan mudah diselesaikan (halaman 27).

Sesampainya mereka di Villa Genevieve, keduanya mendapati kenyataan bahwa dini hari tadi Mr. Renauld sudah meninggal dunia ... terbunuh karena ditikam di punggung menghadap ke arah lapangan golf. 

Korban menggunakan mantel anaknya, yang terselip surat cinta di saku mantel. 

Diketahui dari Madame Renauld dan asisten rumah tangga mereka kalau Monsieur Renauld memperlihatakan perubahan pikiran dan perbuatan sebelum dia terbunuh. 

Tidak lama setelah pembunuhan Mr.Renauld, ditemukan kembali mayat di dalam gudang terkunci di dekat tepat kejadian kejahatan pertama, Villa Genevieve. Menurut polisi, dia sekurang-kurangnya sudah meninggal 48 jam. Yang berarti lebih lama dari mayat Mr. Renauld.

Lebih membingungkan lagi ketika semua jalur pemeriksaan dan kesimpulan yang diambil Poirot, ternyata salah. 

Membuat Poirot was was dan merasa terancam oleh kegagalan yang memalukan jika tidak dapat menuntaskan kasus ini. Belum lagi ditambah kenyataan kalau dia dicemooh oleh Giraud, inspektur polisi setempat.

Namun pada akhirnya Poirot berhasil menunjukan kemampuannya yang tak ada duanya, yang bangkit untuk menghadapi tantangan terbesar, yaitu seorang pembunuh kalap yang meninggalkan serangkaian petunjuk berbelit-belit, untuk menyesatkan dan menghancurkan.

lapangan-golf-maut


Konflik

Konflik yang melibatkan hubungan intrapersonal, yang berhubungan dengan periode waktu cerita. Bagaimana hubungan antara pria dan wanita di tahun 20 an dan juga kultur negara Eropa.

Selain itu ada juga konflik terjadi antara Poirot dan Inspektur Giraud yang meremehkan kemampuan Poirot dalam memecahkan masalah. Seperti juga mungkin kita, Giraud mencoba menarik kesimpulan dari apa yang dia lihat saat itu, bukan kedalaman kasus dan bukan juga petunjuk psikologis.

Dalam menangani sebuah perkara, kita tidak hanya mempertimbangkan hal-hal yang disebutkan orang.

Tak ada alasan orang mengucapkan segala hal yang mungkin penting. Demikian pula, sering kali ada alasan pentung untuk tidak mengatakannya. Kita tinggal memilih motif yang mana." (Pirout, hal 180)



Karakter dalam Cerita

Perbuatan kita selalu bersumber pada apa yang tersimpan dalam alam bawah sadar kita.

- Tokoh utama kita adalah Hercule Poirot,  yang digambarkan di dalam novel ini sebagai pria bertubuh kecil (160 cm), berpakaian bagus, sangat rapi, sangat bersih, dengan kumis kaku dan kepala berbentuk telur, yang selalu agak dimiringkannya serta matanya yang berwarna hijau dan bersinar bila ada sesuatu yang menarik perhatiannya (hal 16 dan hal 158).

Hercule adalah tipe orang yang melakukan pekerjaanya di dalam otak. Dia tidak mau berlari hili-mudik, bepergian dan meletihkan dirinya sendiri agar terkesan bekerja (hal 23).

- Kapten Hastings yang baik hati, walaupun terkadang "lambat". Pertimbangannya terkadang dari sudut pandang sentimental (hal 293)

- Marthe dan ibunya, Madame Daubreuil yang tinggal di Villa Marguerite, di sebelah Villa Genevieve. Marthe digambarkan sebagai gadis cantik yang berambut pirang dengan sorot mata ketakutan.

- Jack Renauld, pemuda tampan, anak dari Mr. Renauld yang terbunuh.

- Giraud, inspektur polisi yang memandang sebelah mata kemampuan Poirot.


Tema yang Diangkat di Dalam Cerita

Dengan mengangkat genre misteri pembunuhan, novel The Murder on the Links berhasil memikat pembaca untuk ikut bersama dengan Poirot, berusaha memecahkan teka-teki pembunuhan kali ini.


Opini

Saya kagum dengan karakter kuat para wanita di novel ini, terutama bagaimana mereka bisa mempermainkan Hastings dan Poirot di dalam novel The Murder on the Links.

Selain itu sebagai pembaca, kita diminta untuk menggunakan pengetahuan psikologi kita untuk memecahkan kejahatan ini. 


Fakta

Agatha Christie sangat menyukai pengarang kriminal Perancis terutama Gaston Leroux, yang menulis The Mystery of the Yellow Room dan The Phantom of the Opera. Seperti Laura Thompson tulis dalam autobiografi Christie, jika novel The Murder on the Links  sangat French.

Konklusi

Penjahat yang ulung selalu amat sederhana

Dengan setting di negara Perancis, novel Lapangan Golf Maut menyadarkan kita bahwa banyak hal yang tidak seperti apa yang kita lihat dan kita duga. 

Terlepas dari ratings buku ini yang kecil di Goodreads, ini adalah salah satu novel yang saya bisa rekomendasikan kepada kalian yang menyukai cerita detektif.

...

Nah setelah membaca review The Murder on the Links , apakah kalian juga tertarik membacanya?
 
Jangan lupa jika kalian menyukai cerita-cerita di Wattpad, Kak Sulfa banyak mereview di dalam blognya penasulfa. Kunjungi juga dan temukan banyak review menarik.

Jika kalian ingin menikmati film adaptasi novel, bisa menonton di video youtube kanal di bawah ini

Happy reading!

xoxo



0 Comentarios