Review Catatan Harian Menantu Sinting yang Mengocok Perut (2018)

   

Catatan Harian Menantu Sinting adalah ini adalah novel kelima dari Rosi L.Simamora yang terbit di tahun 2018. Awalnya cerita bergenre metropop ini ditulis di wattpad, yang kemudian dikembangkan dan diterbitkan berkat banyaknya komentar yang masuk.

Malam itu saya mengobrol dengan Novia, teman di Tanos Challenge tentang rekomendasi buku genre Metropop. Novia menyebutkan beberapa judul diantaranya buku ini. 

Buku yang lain setelah baca scanning kurang begitu menarik buat saya dan hanya buku ini yang tetap di library aplikasi Gramedia Digital


Satu Kalimat tentang Cataran Harian Menantu Sinting

Novel dewasa yang kental dengan adat dan budaya namun ringan dan mengocok perut, disajikan  dalam bentuk catatan harian.



catatan-harian-menantu-sinting


Review Novel Catatan Harian Menantu Sinting


Catatan Harian Menantu Sinting
Penulis: Rosi L.Simamora
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Sketsa Ilustrasi Sampul & Isi: Win's Creative
Cetakan pertama: 2018
ISBN 9786020380674
232 halaman


Konon pernikahan itu bagai membeli kucing dalam karung. Hanya saja di dalam novel ini kucing itu bukan pasangan kita, melainkan mertua.

Novel ini adalah kumpulan kisah Mirna dan Sahat sejak menikah hingga delapan tahun perjuangan untuk hamil, yang penuh dengan cerita lucu sekaligus mengesalkan berkat kehadiran Mamak mertua.

Blurb

Aku Minar. Ini cerita cinta versi aku dan Sahat (dan... Mamak Mertua). Seru. Ngeselin. Gemesin. Sekaligus sangat menantang. Ditambah latar belakang keluarga besar Batak yang penuh drama dan asumsi, kisah-kisahku lebih sering berakhir konyol dan nyaris bikin aku frustrasi.


Apalagi aku dan Mamak Mertua punya kepercayaan berbeda tentang cinta dan kebahagiaan, terutama kalau menyangkut Sahat, kesayangan kami berdua. Dengan bahasa yang ringan, cerita ini sengaja dikemas untuk membuat pembacanya terbahak-bahak.


Daftar Isi

Prolog
1     Mertuaku, Kumpeniku
2     Mertuaku, Ranjang Pengantinku
3     Mertuaku, Lord Voldemort-ku
4     Mertuaku, Sainganku
5     Mertuaku, Mending Aku Masuk Rumah Sakit Aja Sekalian!
6     Mertuaku, Cobaanku
7     Mertuaku, Kauapakan Apaku Itu?
8     Mertuaku, Hansip Hari Suburku
9     Mertuaku, Sampai Kapan Hidupku Ribet Begini?
10   Mertuaku, Cruela Deville-ku
11   Mertuaku, Kelar Aja Hidupku
12   Mertuaku, Kutukan Facebook Kok Kaya Gini Amat!
13   Mertuaku, Mimpi Burukku
14   Mertuaku, Nama Calon Anakku
15   Mertuaku, Minar Padamu!


Alur cerita

Kisah diawali dengan Minar yang menikah dengan Sahat yang keluarganya dikenal dengan sebutan Pomparan Ompung ni si Piktoria Purba (Anak-Cucu Ompung-nya Piktoria Purba).

Di awal pernikahan, mereka tinggal di Pondok Mertua Indah - yang diisi oleh Mamak Mertua, Bang Monang (kakak Sahat yang playboy), Sahat dan Mirna. Rumah itu terletak di tengah Jakarta, tapi suasana dan segala adat tetap kaya rumah di kampung (hal. 22).

Sahar dan Minar sebenarnya sudah memiliki rumah sendiri yang sudah dicicil dari sebelum menikah, namun Mamak Mertua meminta mereka untuk menempati kamar dengan ranjang keramat (ranjang tua yang berderik) supaya lekas diberikan keturunan.

Ketika mereka akhirnya pindah ke rumah sendiri, ternyata urusan dengan Mamak Mertua masih berlanjut terus. 

Cerita semakin lucu ketika Mamak Mertua mulai mengenal facebook. Ketimbang ngomong langsung dengan orangnya, dia akan menulis di dinding facebook mereka sehingga terbaca oleh semua orang. Belum lagi mengingat postingannya itu yang suka bikin malu.

Akankah Minar berhasil memberikan cucu kepada Mamak Mertua? 


Konflik

mamak-mertua-quotes



Konflik yang terjadi disebabkan oleh kelakuan Mamak Mertua yang absurd, tidak mudah dimengerti dan bikin emosi jiwa.

Seperti ketika Mamak Mertua yang baru dapat smartphone, kemudian kerjaannya nelponin Minar terus, dari mulai lupa password sampai harus dianterin ke Grapari, lupa password FB (karena maunya log out terus) sampai minta diorderin ojek tapi enggak tahu alamatnya.


Karakter dalam Cerita

Minar

Istri Sahat, berasal dari keluarga Batak yang sudah dua generasi terima kawin campur suku (hal. 53).  yang bekerja di sebuah perusahan dan kerap WFH (work from home) yang diartikan oleh Mamak Mertua sebagai pengangguran. 

Bagi Minar, Mamak Mertua adalah cobaan tingkat dewa, yang selalu bikin dia nyaris jedot-jedotin jidat ke pohon duren. 

Minar suka merasa kesindir tanpa sebab akibat kelakuan mertua. Kata-kata yang dilontarkan Mamak Mertua dari mulai urusan karat dan debu di rumah, cara Minar mengurus anaknya, panggilan sayang Minar untuk Sahat, dandanan Sahat dan kegagalan buat hamil padahal perkawinan sudah memasuki tahun ke sekian (hal. 83).


Sahat

Anak bungsu dari 4 bersaudara. Sahat adalah cowok yang maskulin banget tapi di sisi lain dekat juga takut dengan ibunya.

Kakak perempuannya yaitu Rumongga dan Rumondang sudah menikah. Rumongga punya sepasang anak remaja, laki-laki dan perempuan. Sementara Rumondang punya lima anak yang masih kecil-kecil, empat perempuan dan satu laki-laki (hal. 91).


Mamak Mertua

Ibu Sahat yang mukanya berkeriput penuh bintik-bintik hitam (hal 38). 

Karakteristiknya menggunakan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa Batak (dengan logat Batak yang kental, seperti sadza, klian, pamili, zadi, sarzana, faham, sefi, dll) dengan suara yang lantang dan menggetarkan seluruh ruangan. 

Mamak Mertua juga senang mengucapkan, "Amang oi, Amang", dan "apaku", "apa" yang bisa mengandung banyak arti.

Suka mencampuri rumah tangga anaknya, dari mulai urusan ranjang sampai pengeluaran rumah tangga. Walau begitu, dia perhatian dan sayang pada Minar. Hanya saja cara mengungkapkannya yang tidak biasa.

Buat Mamak Mertua, cinta di dalam pernikahan itu tidak sepenting mempunyai penerus marga (melahirkan anak laki-laki). Setelah itu cinta akan tumbuh sendiri seperti rumput (hal. 96).


Tema yang Diangkat di Dalam Cerita

Di dalam novel Catatan Harian Menantu Sinting mengangkat tema seputar permasalahan dalam perkawinan dan hubungan antar anggota keluarga 


Kamus Bahasa Batak Mamak Mertua

Mamak Mertua yang kerap menyelipkan bahasa Batak menjadi poin plus buat pembaca. 

karejo :    keja
Amang oi, Amang: Ya ampun
apaku: menunjukan kepunyaan dan bisa banyak arti.
among: bapak
natua-tua sian huta: orang tua dari kampung.
sikolakan: sekolahkan
pistar: pintar
Eda: sebutan perempuan Batak oleh peempuan Batak, juga bisa berarti ipar perempuan.
marhata sinamo: menentukan besaran mas kawin.
pesong: sinting
boru: anak perempuan
tuhor: harga beli
pande: pandai
parumaen: menantu peempuan
simatua: mertua
dakdanak: anak-anak
modom: tidur
unang margabus ho, Minar!: jangan bohong kau, Minar
e, tahe: ya ampun
sitta-sitta: cita-cita
monding: meninggal dunia
boru-boru: perempuan
sai: mau
kauapakan: bisa banyak arti
boru ni raja: perempuan Batak
hasian: sayang
ma i: itu
hallet: pacar
sian hauma: dari sawah
botul do i: memang betul itu
ias: bersih
maringkat: lari
simatua: mertua
puang: lah
buat ma jolo: buatkan dulu
muruk ma ahu: marahlah aku
biang: anjing
nga songon si Minar ho tahe: sudah kayak si Minar juga kau ini.
na burju: yang baik
hutuhor: kubeli
songon: seperti
hepeng: uang
ompung, bapatua, bapauda, angkang, namboru: kakek-nenek, paman, tante
ee tahe ... songon si Monang-ta na main pelem en. Gabe tangis ahu dibahen: ya ampun ... mirip sama si Monang kita yang main film ini. Jadi nangis aku dibuatnya.
sibahut: lele
holong: sayang
muse: pula
dohot: juga/dan
otonai ho: bodoh kali kau!
Mar-WA, martalefon, maselpi, marpesbuk: ber-WA, bertelepon, ber-selfie, be-Facebook.
sonang: senang
pidong: kemaluan pria
manurat: menulis
portibi namangoluon: kehidupan duniawi
ibana: dia
mulak sian pajak marselpi ma ahu jolo. Horas: pulang dari pasar, berselfi dululah aku. Horas.
omakni: mamaknya
loak: bodoh
pahompu: cucu
boru-boru on: perempuan ini
begu: hantu
pargabus: pembohong
halak: orang
partangiangan: sembahyang/kebaktian
rongkap ni tondi na: jodohnya
bagak: cakep
Babababah ... mar-Anda muse ho: wah wah wah ... pakai Anda-Anda segala
parhuta-huta: orang kampung
mangaku ma ho: ngaku aja deh
mengkek: manja
marisap: mengisap
mate ma hita: kelar aja hidup kita
panggoaran: anak sulung
nantulang: bibi, istri tulang, saudara laki-laki ibu
tarombo: silsilah keluarga, digunakan untuk menelusuri garis keturunan. Disusun mengikuti garis keturunan laku-laki
bona taon: awal tahun
manjungjung tandok da: menjunjung wadah beras di atas kepala
hula-hula: keluarga pihak istri
marlange: berenang
namboru: bibi, dari pihak ayah
aha do puang: apa sih
marpahompu: bercucu
mamikirhon: memikirkan
ama ni Anu: bapaknya si Anu
mangandung: mengungkapkan perasaan duka menggunakan kata-kata yang teratur, indah dan penuh kesedihan
Inanguda: istri Uda, bibi
Ompung ni si Hendrik ma panggoaranku: Nenek si Hendrik aja deh panggilanku
bonbon:  permen
gordang: gendang batak, ukurannya lebih besar daripada taganing
dali ni horbo: penganan khas Batak yang dibuat dari susu kerbau.
simatuam doli: mertua laki-laki
kode: kedai
manortor: tarian khas Batak
mangapakan: kaupercayakan
Bereng! Holan ngongong ulaon na: Lihat! Cuma bengong kerjanya.
gogo odon: mengejan yang kuat
Amang: sebutan sayang untuk anak laki-laki



Opini

Cerita dan konflik yang terjadi akibat Mamak Mertua bisa bikin kita terpingkal-pingkal. 

Di awal awal cerita masih pemanasan, masih flat, tapi setelah seperempat buku mulai deh enggak berhenti buat ketawa. Apalagi ketika membaca buku ini, pasti suara di dalam kepala juga berkata dengan logat dan intonasi batak.

Cerita konflik dengan Mamak Mertua yang diangkat disini juga kebanyakan permasalahannya seputar usaha mendapatkan keturunan, yang menurut si Mamak itu penting banget di dalam kehidupan berkeluarga.Itulah kenapa banyak cerita dewasa yang hanya layak dikonsumsi buat yang umurnya appropriate, karena lumayan vulgar.

Selain cerita ini berhasil mengocok perut, ada juga bagian yang eery, yaitu cerita Mamak Mertua yang karena Batakers jadul, begitu lihat guguk, mungkin seluruh isi pembuluh darahnya langsung menderas dan menggelegak.


Konklusi

Novel Catatan Harian Menantu Sinting cocok banget buat kamu yang suka bacaan ringan dan menghibur. Layak banget dibaca, bahkan berulang kali.


Fakta Tentang Penulis

Rosi L. Simamora pernah bekerja di penerbit Mayor PT. Gramedia Pustaka Utama sebagai writer, editor dan translator. 


Sudah puluhan buku yang ditulisnya, dari mulai buku cerita anak, buku puisi, sampai Novel seperti Secret Love, A Beautiful Mess, Negeri Para Roh, A Thousand Miles in Broken Slipper, Catatan Harian Menantu Sinting dan Autumn Once More.


Novel yang berjudul Autumn Once More merupakan karya yang ditulisnya bersama penulis lain yaitu Ilana Tan, AliaZalea dan Ika Natassa
...
Nah setelah membaca review ini, apakah kalian juga tertarik membacanya? 
Happy reading!


xoxo

0 Comentarios