Review Komik Agen Polisi 212 - Merinding #20

           

Komik Agen Polisi 212 Merinding adalah seri ke-20 dari komik Agen Polisi 212 yang ditulis oleh Raoul Cauvin. 


Satu Kalimat tentang Merinding, Agen Polisi 212

Polisi yang hebat .. ya ya... tapi bodoh .. bodooh... (Komisaris, hal 15)



agen-polisi-212-merinding




Review Komik Agen Polisi 212: Merinding


Agen Polisi 212: Merinding
L'Agent 212 29 - L'Agent 212 Chair de poule
Penulis: Raoul Cauvin
Translator: Herry Wijaya
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
2011
46 halaman
Baca di: app Ipusnas


Sinopsis

Jaga Malam - Atas permintaan Komisaris, Arthur dan Albert datang ke sebuah kastil / puri  untuk menjaganya. Ketika sampai mereka melihat cahaya yang berasal dari dalam kastil. Namun si pencuri segera berlari. Mereka kemudian memutuskan untuk berpencar. 

Si pencuri rupanya menyamar dan bersembunyi di dalam baju besi. Saat ketahuan oleh Arthur, dia pun berlari dan ketika terdesak, dia memutuskan untuk membuka sebuah pintu yang digembok.

Albert dan Arthur yang mengejar tiba-tiba mendengar suara teriakan dan benda/orang terjatuh. Ketika masuk ke dalam, ternyata gelap sekali. Albert yang pertama kali masuk berteriak dan terdengar suara terjatuh. Lalu disusul oleh Arthur.

Keesokan harinya beberapa orang datang, mendengar raungan dan mengalami hal yang sama. Cerita selengkapnya silahkan baca di app Ipusnas.

Mengalihkan Risiko - Arthur dan Alfred yang tengah berpatroli mendapatkan kabar bahwa rekannya di pos penjagaan sebelumnya gagal menghalangi para perampok berbahaya yang menggunakan senjata api. Kini si perampok tengah menuju ke arah mereka.

Mereka berdua bukan mencegah mobil perampok. Melainkan membuka portal jalan dan melaporkan ke pos berikutnya. 


Kancing Terbang - Seorang pengemudi mobil dengan panik menghampiri Arthur yang sedang bertugas sebagai polisi lalu lintas. Dia mengatakan seseorang menembaknya. Arthur memeriksa jenis peluru yang menyangkut di kaca yang retak.

Ternyata itu bukan peluru, melainkan kancing baju Arthur yang terbang.

...Dengarkan Dulu! - Seorang perempuan berlari menghampiri Arthur dan memberitahukan kalau suaminya bercerita ada orang yang tiba-tiba menceburkan diri ketika dia berjalan di sekitar sungai.

Tanpa ba bi bu, Arthur berlari ke arah sungai dan mulai melepaskan satu persatu bajunya kemudian menyemplung dan mencari. Setelah beberapa saat dia menyelam dan mencari. Namun, pria yang disebutkan itu tidak ada. Arthur pun bertanya, "Kapan kejadiannya?"

Si suami berkata, "Musim panas tahun lalu" dan mengatakan ini semua salah istrinya yang tidak pernah mau mendengarkan sampai akhir. Saking kesalnya, kini si istri yang dikecemplungkan ke sungai oleh Arthur.

Kekacauan Lalu Lintas - Arthur berhasil mengatur lalu lintas yang sedang macet dan kacau, demi membantu orang yang istrinya akan melahirkan. Komisaris mengatakan, Arthur seperti Musa yang membelah laut merah. Sayang, Arthur menyangka Musa adalah seorang polisi. lol.

Gagal Tes- Seorang pria babak belur setelah menabrak pohon dengan sepedanya. Ternyata dia ingin mengetes fungsi kantong udara pada sepeda.

Ups - Arthur menghampiri kerumunan orang. Ternyata ada pria yang mengaku mobilnya terpental jauh sampai ke perempatan ketika sedang menunggu lampu merah. Saat pria itu tersadar, kendaraan itu sudah tidak ada. 

Arthur meninggalkan kerumunan ketika diketahui tidak ada saksi mata.Sebenarnya apa yang terjadi?

Tes Mabuk - Arthur sedang berpatroli di jalan raya bersama Albert dan menghentikan sebuah mobil untuk melakukan tes mabuk bagi pengemudi. Si pengemudi banyak bertanya tentang cara pakainya. Arthur yang kehilangan kesabaran karena si pengemudi belum pernah tes, menyuruh Alfred untuk mencontohkan.

Dalam sekejap air sudah naik, mereka sampai naik ke atap. Ketika ada batang pohon besar lewat, Pak Felix menyarankan untuk meloncat. Kini, Arthur yang menolak dan memilih tinggal di atas cerobong asap rumah Pak Felix..


Banjir Besar - Arthur sedang berada di rumah Pak Felix, memintanya untuk meninggalkan rumahnya karena sebentar lagi akan terjadi banjir besar. Pak Felix menolak karena rumah itu dibangun sendiri olehnya, karena itu tidak akan pernah meninggalkannya


Keseimbangan! - Arthur mencoba ayunan kayu di taman. Ketika dia mengayunkan ternyata talinya putus dan Arthur terbang dan menabrak mobil Komisaris yang lewat.

Kulit Beruang - Arthur dan Albert sedang patroli saat bulan purnama di tengah cuaca dingin dan bersalju. Di tempat lain, terlihat seorang pria yang mobilnya mogok di jalanan yang sepi. Pria itu kedinginan dan teringat akan kulit beruang yang baru saja diperbaiki bolongnya akibat hak sepatu istrinya.

Pria itu bahagia ketika melihat mobil polisi yang dikendarai Arthur dan Albert lewat. Kedua polisi itu justru ketakutan karena mereka baru saja bercanda tentang manusia serigala yang muncul di bulan purnama. 

Si pria malah dikejar oleh mereka. Pria itu akhirnya melemparkan kulit beruang dan keluar dari persembunyiannya. Bukannya menyadari kalau pria itu adalah manusia, Arthur dan Albert malah menembaki kulit beruang tadi. 

Mereka berakhir di tempat reparasi kulit beruang kembali dengan menanggung biaya perbaikan yang sangat mahal.


Ikut-Ikutan - Arthur lagi-lagi bertugas di malam natal dan berpikir kalau dia lebih beruntung daripada tunawisma yang bahkan membeli kacang rebus pun tidak bisa. Namun dugaannya salah, ternyata tunawisma mendapatkan menu enak.

Dia yang tidak tahan godaan, akhirnya ikut mengantri sebagai tunawisma. Sayang, aksinya ketauan oleh komisaris.


Tertipu - Seorang anak menagih janji ibunya di malam natal yang hendak membelikan kereta luncur baru. Sayang, ibunya tidak mempunyai uang.

Ketika dia menemui temannya, si teman mempunyai ide agar anak itu bisa mendapatkan pengganti seluncurnya yang rusak. Si temannya itu menantang Arthur yang ada di situ untuk meluncur dengan kereta luncur. 

Arthur yang panas oleh ucapan anak kecil yang mengolok ngoloknya meluncur dengan selancar si anak miskin yang rusak. Tentu saja dia merusakan selancar dan harus menggantinya.

Si anak berhasil mendapatkan pengganti kereta luncur, sementara Arthur pulang ke rumah tanpa pohon natal baru dan daging kalkun.


Ayam Petelur - Arthur sedang dalam penyamaran kembali dalam kasus petani yang membuang kotoran ayam sembarangan. Dia bahkan memecahkan kasus dan mendapatkan cuti selama seminggu. Dimana sebenarnya dia bersembunyi?

Laporan Kecelakaan Arthur tidak bisa menahan ketawa karena geli ketika sedang mencatat laporan kecelakaan. Si korban kecelakaan tersangkut pada sesuatu yang membuat orang yang melihatnya tertawa.

Kerasukan Arthur datang ke rumah pendeta yang kerasukan setan. Arthur yang tidak percaya, dingin dan tanpa ekspresi menanggapi si setan yang beraksi seperti di film exorcism. 

Arthur dibuat kesal dan akan membawanya ke komisaris seusai si setan menyemburkan cairan hijau ke muka Arthur. Si setan pun masuk ke tubuh Arthur dan kini si komisaris yang menelpon pendeta untuk mengusir si hantu.

Balas Dendam yang Manis - Seorang pria mendapatkan surat tilang dari Arthur. Tidak lama berselang, anaknya menabrak Arthur. Si anak keheranan karena mengira ayahnya akan marah tapi ternyata tidak.

Membingungkan!- Arthur masih terbawa pengaruh perannya jadi wasit pertandingan sepakbola antar polisi.

Anak-Anak!- Arthur kembali menjadi polisi lalu lintas di depan sekolah. Di cerita sebelumnya, dia pernah jatuh terjerembab karena anak-anak berhasil menalikan tali sepatunya. Kali ini sepatunya aman, namun celananya terbelah dua dan merosot ke bawah.

Pengejaran yang Sia-sia - Seorang copet lari dan berusaha bersembunci dari pengejaran Arthur dengan masuk ke dalam got di jalan. Arthur mengejarnya namun kondisi di bawah sana menakutkan seperti tikus. Belum lagi mukanya terkena air comberan.

Ketika dia akan naik ke atas, dia malah menakutkan ibu-ibu karena mukanya yang berwarna hijau. Komisaris yang memergokinya mengira Arthur memilih bersenang-senang dibandingkan melakukan tugasnya.

Pemeriksaan Sanitasi - Albert tengah berdiri di depan restoran untuk berjaga siapa tahu kalau pemiliknya datang untuk membuka segel. Restoran itu tidak lolos inspeksi sanitasi dari Inspektur Dinas Kesehatan karena kondisi di dapur dan tempat penyimpanan makanan tidak sesuai dengan aturan dan menjijikan.

Selesai Albert bercerita, Arthur langsung muntah-muntah. Ternyata kemarin malam, dia baru saja makan di sana bersama Louis dan pantas saja rasa saus dan daging ayamnya aneh,

Kemalangan - Tukang cat bangunan tanpa sengaja menjatuhkan cat tembok berwarna putih kepada Arthur yang sedang lewat. Kini Arthur berwarna putih dan mulai menakuti orang. Dia memberhentikan mobil dan meminta si sopir mengantarkannya ke rumah sakit atau dia akan mendenda karena tidak mau membantu orang dalam bahaya.

Pria itu mengantarkan Arthur ke rumah sakit. Sial, istrinya tidak mempercayai ceritanya tentang pria albino yang gegar otak dan dia antarkan ke rumah sakit. Pria itu terpaksa menghabiskan malam di taman bersama orang mabuk.


Karakter Utama dalam Cerita

Arthur Delfouille

Agen polisi dengan kode Agen 212 adalah polisi yang baik tapi sering tertimpa kemalangan. Badannya besar dan overweight menurut dokter yang memeriksanya. Partner patrolinya adalah Albert. Dia juga sering ditugaskan untuk menyamar.

Arthur menyukai pertandingan sepak bola dan semangat jika diajak berpartisipasi untuk memakai kostum di pesta tahunan polisi.


Louis Delfouille

Istri Arthur yang seorang ibu rumah tangga. 


Ibu Mertua Arthur

Ibu dari Louis yang menganggap Arthur bodoh dan kerap menyesali mengapa anaknya menikah dengan polisi seperti dia. Menurutnya, bukan salah Arthur karena semua orang lahir tidak dalam kondisi IQ yang sama.


Albert

Teman patroli Arthur. 



Komisaris Raoul

Komisaris polisi yang suka memberikan Arthur hukuman turun menjadi polisi lalu lintas jika terkena hukuman. 



Kiki

Anjing chihuahua yang dibeli Louis untuk melepaskan stres sebagai ibu rumah tangga. Awalnya Arthur malu karena ukuran Kiki yang sangat kecil (seperti Obelix dan Dogmatix) tapi kemudian menjadi sangat dekat ketika Kiki menggigit Ibu Mertua. 


Arthur menjadi sangat dekat dengan Kiki, bahkan menganggapnya seperti anak sendiri. 



Antagonis dalam Cerita

Tidak ada karakter Antagonis yang kerap muncul di dalam komik.


Konklusi

Di komik edisi ke-20, cerita banyak berkisar di seputar Arthur dan Albert.


Fakta Tentang Komik Agen Polisi 212

Komik Agen Polisi 212 yang diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) berukuran 8,6 x 6,2 inch sejak tahun 2011. 16 edisi pertama pernah diterbitkan dalam ukuran besar 11 x 8,3 inch oleh PT Midas Surya Grafindo (Misurind) - perusahaan percetakan yang sudah tidak ada lagi sekarang.



  

  

Fakta Tentang Raoul Cauvin


Raoul Caouvin adalah penulis komik humor yang populer. Dia dilahirkan pada tanggal 26 September 1938 di Belgia. Dia bekerja di Dupuis sejak tahun 1960, menuliskan banyak komik dan banyak memenangkan penghargaan.




...
Nah setelah membaca review ini, apakah kalian juga tertarik membacanya? 
Happy reading!


xoxo

Baca juga: Edisi lain dari Agen Polisi 212

Referensi

Profil Raoul Cauvin, Wikipedia
Agent 212, Wikipedia.


0 Comentarios