Review Komik Agen Polisi 212: Pengawal Dadakan #4

             

Komik Agen Polisi 212 Pengawal Dadakan adalah seri ke-4 dari komik Agen Polisi 212 yang ditulis oleh Raoul Cauvin. Dalam edisi lama Misurind, judulnya adalah Pengawal Pribadi.


Satu Kalimat tentang Pengawal Dadakan, Agen Polisi 212

Karena manusia sudah tidak bisa tertawa, maka kita rubah suasananya (Arthur, halaman 29)

agen-polisi-212-pengawal-dadakan




Review Komik Agen Polisi 212: Pengawal Dadakan


Agen Polisi 212: Pengawal Dadakan
L'Agent 212 29 - L'Agent 212 Volle sans issue
Penulis: Raoul Cauvin
Translator: Herry Wijaya
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
2009
46 halaman
ISBN13: 9789790741072



Sinopsis

Pengawal Dadakan - Arthur ditugaskan menjadi pengawal dadakan Presiden Negara Riocostademadurodam, sebuah negara di Amerika Selatan yang selalu dilanda kekacauan karena perebutan kekuasaan.

Arthur dipilih karena postur tubuhnya yang seperti tameng. Apakah Arthur bisa menjalankan tugasnya dengan baik? 

Tentu saja. Saking baiknya dia dan kedua penembak yang ingin menembak presiden masuk ke Rumah Sakit Jiwa. Cerita selengkapnya bisa kalian baca sendiri digital di app Ipusnas.


April Mop - Louise mengecilkan baju seragam Arthur dan bertingkah seperti polisi karena hari itu April Mop. Arthur mengajaknya ke luar rumah, karena pasti tidak ada yang tahu dan pasti menyenangkan.

Louise menjadi polisi lalu lintas, dan mulai memberhentikan mobil orang-orang. Arthur yang melihatnya tertawa terbahak-bahak. 

Kegembiraan Arthur harus terhenti karena komisaris mendapati aksi mereka berdua. Lalu apa yang terjadi pada mereka berdua?


Harta Perompak - Sekumpulan anak berdiri di dekat peti mati di tengah lapangan. Ketika Arthur mendekati, mereka lari dan hanya satu anak yang tertinggal.

Anak itu mengatakan kalau ini semua kesalahan Tubim yang mengatakan kalau perampok menyembunyikan harta karunnya di dalam tanah. Ternyata anak-anak itu membongkar peti mati di pekuburan umum. 

Arthur akhirnya mengembalikannya ke tempat semula, namun siapa sangka ternyata dia yang disangka tidak waras oleh penjaga kuburan.


Anjing Setia - Seorang pemilik toko mengusir anjing yang berada di depan tokonya. Arthur mendapatkan cara agar si pemilik toko memberikannya tulang untuk diberikannya kepada anjing malang itu.

Ternyata setelah diberi tulang, anjing malah mengikuti Arthur kemana pun dia pergi dan setia berdiri di sampingnya ketika dia bertugas di jalan raya. Komisaris yang menjumpai Arthur dalam keadaan itu, merasa tidak suka dan mengirimkan anjing itu ke tempat penitipan anjing.

Ketika Arthur pulang, dia mendapati anjing itu berada di rumahnya. Apa yang terjadi? Baca kisah lengkapnya di komik ini yang bisa juga kalian pinjam dari app Ipusnas.


Panas dan Dingin - Ketika sedang tertidur, Arthur mendengar suara "brak, brak, brak" yang ternyata berasal dari kayu jendela di lantai bawah yang tidak tertutup rapat.

Saat Arthur mencoba menutupnya dari luar rumah, angin menutup kencang pintu rumah dan dia terkunci dari luar (sistem pintu rumah di Eropa langsung mengunci ketika tertutup). 

Kondisi saat itu yang sedang turun salju dan Arthur yang hanya mengenakan baju tidur membuatnya mulai kedinginan. Dia terus berteriak memanggil Louise, namun dia tidak mendengar karena mengenakan penyumbat telinga.

Setelah gagal tidur di kandang anjing, akhirnya dia pergi ke kantor polisi. Albert menyuruh Arthur untuk mengganti piyamanya dan mengenakan mantel bulu yang ditinggalkan seorang wanita di restoran. Tidak lupa, dia memberi Arthur sedikit alkohol untuk menghangatkan badan.

Tanpa diduga, Komisaris datang. Bagaimana kondisi Arthur?


Cemaraku Sayang ... Cemaraku Malang - Untuk membuat ruangan lebih ceria, Arthur memasang dekorasi pada cemara kecil yang dibelinya. Namun usahanya tidak berjalan mulus.


Menyamar - Arthur menyamar menjadi ibu-ibu, karena banyaknya laporan penjambretan di malam hari. Setelah yang pertama gagal, karena dia memukul orang yang meminta api. Percobaan kedua, dia berhasil menangkap si penjambret.

Sayang, dia kemudian ditugaskan untuk menangkap pencuri kalkun. Karenanya Arthur harus menyamar jadi kalkun.


Malam Tahun Baru - Arthur kebagian bertugas di jalanan saat malam tahun baru. Tiba-tiba seorang pria mendekatinya dan berkata ingin mengundangnya makan malam. Dia mempunyai makanan tapi tidak punya tempat. 

Pria itu bertanya apakah bisa menggunakan kantor polisi. Akhirnya mereka berdua sepakat bertemu di kantor tepat saat dentang jam ke-12.

Pria itu kemudian pergi dan masuk ke dalam gereja. Dia menunggu di depan gedung dimana orang tengah merayakan pesta pergantian tahun. Ketika mereka menghitung mundur waktu, jam gereja tidak berdentang. Akhirnya semua orang keluar dan ingin melihat yang terjadi.

Si pria itu kemudian masuk ke dalam gedung dan mengambil semua makanan kemudian pergi ke kantor polisi. Arthur yang tidak tahu apa-apa, menganggapnya itu sebagai keajaiban malam tahun baru.


Anjing Polisi - Seorang kakek berusia hampir 100 tahun dikabarkan hilang. Komisaris meminta Arthur pergi ke tempat pelatihan anjing dan membawa seekor yang penciumannya tajam. 

Setiap anjing yang ada di tempat itu mempunyai kelebihan dan kekurangan. Ada yang benci polisi sampai membuat Arthur ketakutan. Ada yang pemalu. Ada yang kalau bertemu dengan anjing betina, dia pasti lupa daratan.

Pilihan akhirnya jatuh pada anjing kecil, yang pada pencarian kedua berhasil menemukan si kakek.

Namun ternyata anjing ini juga mempunyai kekurangan yang akan Arthur ketahui segera. Hmm, apa ya? Yang jelas cerita ini lucu sekali.


Sulit Tidur - Seorang pria melaporkan dia putus asa karena tidak bisa tidur selama 6 bulan akibat suara bising yang ditimbulkan tetangganya yang pemabuk. Arthur berbicara dengan si pemabuk untuk tidak membuat keributan. Si pemabuk pun melakukan apa yang diminta. 

Keesokan harinya si pria datang lagi ke kantor polisi kalau dia tidak bisa tidur karena merasa cemas tidak tahu kapan si pemabuk pulang. Arthur kembali berbicara lagi dengan si pemabuk, agar dia mengetuk pintu apartemen si pria dan berkata apa saja agar dia bisa tidur dengan tenang.

Malam harinya terdengar suara ketukan diikuti perkataan "kebakaran" di apartemen si pria. Malang ternyata itu benar kebakaran, dan yang mengetuk adalah pemadam kebakaran. Sementara si pria menangis di dalam apartemennya di pagi hari karena dia malah lanjut tidur malam itu.

Terima Saja - Seorang anak yang bermain di lapangan kosong menendang bola dan tidak sengaja memecahkan kaca. Arthur yang menyaksikan kejadian tidak berbuat apa-apa. Dia menganggap ketika kecil, kita melakukan yang sama dan jika kaca pecah, artinya memberikan penghasilan kepada tukang kaca.

Si pria yang kesal, memanggil anaknya dan memberikan bola. Tidak lama kemudian Louise datang membawa bola anak itu dan meminta Arthur mengatakan sesuatu. Kali ini Arthur mati kutu.


Hidup Pemadam Kebakaran! - Mobil pemadam kebakaran bertanya jalan Gagak Batuk kepada Arthur. Arthur mencarinya di map manual, dan membutuhkan waktu yang lama ... sangat lama untuk mencarinya. Sampai si pemilik bangunan yang kebakaran berkata, dia tidak butuh lagi pemadam kebakaran karena sudah jadi abu.


Protagonis dalam Cerita

Arthur Delfouille

Agen polisi dengan kode Agen 212 adalah polisi yang baik tapi sering tertimpa kemalangan. Badannya besar dan overweight menurut dokter yang memeriksanya. Partner patrolinya adalah Albert. Dia juga sering ditugaskan untuk menyamar.

Arthur menyukai pertandingan sepak bola dan semangat jika diajak berpartisipasi untuk memakai kostum di pesta tahunan polisi.


Louis Delfouille

Istri Arthur yang seorang ibu rumah tangga. 


Ibu Mertua Arthur

Ibu dari Louis yang menganggap Arthur bodoh dan kerap menyesali mengapa anaknya menikah dengan polisi seperti dia. Menurutnya, bukan salah Arthur karena semua orang lahir tidak dalam kondisi IQ yang sama.


Albert

Teman patroli Arthur. 



Komisaris Raoul

Komisaris polisi yang suka memberikan Arthur hukuman turun menjadi polisi lalu lintas jika terkena hukuman. 



Kiki

Anjing chihuahua yang dibeli Louis untuk melepaskan stres sebagai ibu rumah tangga. Awalnya Arthur malu karena ukuran Kiki yang sangat kecil (seperti Obelix dan Dogmatix) tapi kemudian menjadi sangat dekat ketika Kiki menggigit Ibu Mertua. 


Arthur menjadi sangat dekat dengan Kiki, bahkan menganggapnya seperti anak sendiri. 



Antagonis dalam Cerita

Karakter Antagonis yang kerap muncul di dalam komik.

Pria pemabuk dengan kostum seperti orang pulang dari pesta. Selalu menyulitkan polisi dan tidak pernah ingat siapa dirinya.

Suicidal Man si Kakek yang tidak pernah bosan mencoba untuk bunuh diri. Sayang aksinya selalu berhasil digagalkan oleh Arthur walau seringnya mereka berdua tertimpa kesialan.


Konklusi

Cerita dalam edisi ini banyak cerita panjang, tidak hanya 1-2 halaman saja. Buat saya pribadi, cerita Akibat Narkoba dan Anjing Polisi bisa membuat meneteskan air mata saking lucunya.

Star: 4

Buku ke-61 di tahun 2021


Fakta Tentang Komik Agen Polisi 212

Komik Agen Polisi 212 yang diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) berukuran 8,6 x 6,2 inch sejak tahun 2011. 16 edisi pertama pernah diterbitkan dalam ukuran besar 11 x 8,3 inch oleh PT Midas Surya Grafindo (Misurind) - perusahaan percetakan yang sudah tidak ada lagi sekarang.



  

  

Fakta Tentang Raoul Cauvin


Raoul Caouvin adalah penulis komik humor yang populer. Dia dilahirkan pada tanggal 26 September 1938 di Belgia. Dia bekerja di Dupuis sejak tahun 1960, menuliskan banyak komik dan banyak memenangkan penghargaan.




...
Nah setelah membaca review ini, apakah kalian juga tertarik membacanya? 
Happy reading!


xoxo

Baca juga: Edisi lain dari Agen Polisi 212

Referensi

Profil Raoul Cauvin, Wikipedia
Agent 212, Wikipedia.


0 Comentarios