Review Komik Agen Polisi 212 - Di Kandang Singa #27

            

Komik Agen Polisi 212 Di Kandang Singa adalah seri ke-27 dari komik Agen Polisi 212 yang ditulis oleh Raoul Cauvin. 


Satu Kalimat tentang Di Kandang Singa, Agen Polisi 212

Kenapa kau mengacaukan acaranya. Bahkan mempermalukan semua polisi di kota ini dengan kebodohanmu?! (Komisaris, hal 10)



Agen-Polisi-212- Di-Kandang-Singa






Review Komik Agen Polisi 212: Di Kandang Singa


Agen Polisi 212: Di Kandang Singa
L'Agent 212 27 - L'Agent 212 Fauve qui peut!
Penulis: Raoul Cauvin
Pengalih Bahasa: Herry Wijaya
Penerbit: PT Bhuana Ilmu Populer
2011
46 halaman
Baca di: app Ipusnas


Sinopsis

Kandang Singa - Masih ingat dengan si Kakek yang selalu berusaha untuk bunuh diri? Kali ini dia berusaha untuk mati dimakan singa. Arthur yang melihat aksinya, berusaha untuk menyelamatkannya keluar dari kandang singa di kebun binatang.

Sayang, nasib sial selalu menimpa Arthur. Dia tergelincir ketika menuruni tebing dan kini dirinya yang berjuang hidup untuk tidak disantap singa.

Lepaskan Bolanya - Arthur dan Alfred tengah berpatroli ketika bola rugby melintasi mereka. Arthur mengambil dan berkata kepada Alfred kalau dia jago bermain saat masih muda, dan mereka pun bermain tangkap lempar. Sampai suara di kejauhan berkata meminta mereka mengembalikan bolanya.

Arthur yang kurang peka dengan situasi malah berkata "Tentu, ambil saja ke sini". Dia berakhir dikejar satu regu pemain rugby.


Aku dan Ibu Mertua - Ibu Mertua tidak sengaja menabrak Arthur dengan mobil Arthur sendiri. Mereka terlibat pertengkaran dan Ibu Mertua meninggalkan Arthur dengan mobil tuanya. 

Ketika Arthur mengumpat marah, tiba-tiba Komisaris datang dan menanyakan apa yang terjadi. Arthur sulit menjelaskan mengapa dia ditabrak mobilnya sendiri. Komisaris juga sulit mengerti dan mengira Arthur mengalami guncangan dan menyuruhnya untuk pulang. Dia sendiri akan mengirim mobil itu ke tempat pembuangan mobil.

Tentu saja itu membuat Arthur mengamuk sesampainya di rumah dan mencari Ibu Mertua


Bermuka Dua - Kiki, anjing mereka selalu menyambut kepulangan Arthur. Dia akan melompat ke pelukannya dan menciumnya ... terkecuali ketika Arthur mabuk .. seperti malam itu.

Peresmian yang Gagal - Arthur ditugaskan untuk memastikan keamanan acara peresmian patung penyair terkenal asal Skotlandia, Sir Mac Covin.Tapi, yang dia lakukan malah mengacaukannya. Apa yang terjadi? Baca komiknya di Ipusnas.

Tamu Tengah Malam - Seorang profesor menyampaikan pembahasan tentang keberadaan kaum marginal di lingkungan, yaitu para pencuri. Dia mengatakan kalau kita berhak mempertahankan apa yang kita miliki tapi tidak boleh melakukan tindakan tidak manusiawi pada siapa pun.

Dia menyampaikan beberapa contoh kasus nyata yang sedang berlangsung di saat yang sama yang berakibat si pencuri dibebaskan. Salah seorang peserta bertanya bagaimana jika si pencuri mengulangi perbuatannya lagi?. Sang Profesor berkata, "Mungkin saja. Tapi ada hukum yang melindungi kalian kan? 

Pendapat profesor tak bertahan lama, keesokan harinya dia bertindak seperti orang layaknya untuk memperkuat keamanan. Memangnya apa yang terjadi? Ada yang bisa menebak?

Peluru Nyasar - Ibu Mertua mencoba pistol Arthur. Arthur memintanya segera meletakan dan melepaskannya karena berbahaya. Sayang, peluru menemui layar televisi kesayangan Arthur, dan kini Ibu Mertua yang menggantikan the weatherman di belakang televisi yang bolong.

Udara Panas - Hari itu udara panas dan banyak yang ingin dilakukan oleh Arthur. Namun, penyiar radio malah menyampaikan efek buruk dari udara panas dan menyarankan orang untuk mengambil keputusan yang bijaksana. 

Apa yang kemudian dilakukan Arthur? Dia akhirnya duduk di basement, membaca karan .. agar bijaksana.


Pemandangan Alam - Arthur dan keluarga tengah berlibur di pantai. Terhanyut oleh pemandangan indah, Arthur pun menjadi filosofis. Namun, apa yang terjadi seusai dia terhantam ombak? Mengapa orang-orang menatapnya aneh?


Ke Mana Kiki? - Masih dalam edisi liburan di pantai, Arthur mengajarkan Kiki mencari tulang yang dikuburkan di dalam pasir pantai. Masalah terjadi ketika Kiki terus menggali dan kemudian hilang. Kini giliran Arthur yang menggali.

Tertuduh - (Edisi liburan di pantai) Ibu Mertua tidur di atas pelampung dan mengomentari kelakuan Arthur dan Kiki yang dianggapnya bodoh. Merasa sakit hati, mereka berdua berenang dan melepaskan tutup ban pelampung. 

Ibu Mertua selamat sambil menuduh kalau itu hasil perbuatan Arthur dan Kiki yang disengaja.


Kehilangan - Seorang wanita muda cantik datang tersedu-sedu ke kantor polisi karena kehilangan anjing pudel putih betina, bermata biru dan berantai merah muda. Tidak berapa lama datang seorang pria yang melaporkan kalau istrinya tidak pulang semalaman dari bersepeda.

Ketika Arthur tengah bertanya, datang seorang pria lagi yang melaporkan kalau semalam dia menabrak wanita bersepeda ketika dia sedang melaju cepat. Wanita itu kini berada di Klinik Saint Ablette.

Pria sebelumnya yang mendengar itu buru buru mencari telepon umum untuk menelpon klinik dan kembali melaporkan kalau istrinya baik baik saja. Istrinya menjelaskan bahwa dia menabrak seekor anjing dengan ciri-ciri yang sama persis dilaporkan oleh wanita muda.

Arthur mendapatkan hadiah ciuman dan Alfred keheranan bagaimana Arthur bisa menemukan anjing itu.


Mati Lampu - Ketika Louis akan memanggang ayam di oven, ternyata listriknya bermasalah. Ibu Mertua mengatakan lebih baik memanggil tukang listrik. Kali ini dugaan Ibu Mertua benar.


Sketsa Wajah - Arthur ditugaskan untuk menyisir semua tempat dan menemukan pria yang ada di sketsa buronan. Arthur pun bertanya kepada orang di jalan yang dia temui dan menambahkan gambar tambahan sesuai dengan keterangan orang yang "merasa" pernah melihat buronan itu.

Tidak diduga, Arthur menemukan orang yang sama persis dengan sketsa "tambahannya". Dia menjambak rambut, jenggot, kumis, alis bahkan kutil di hidung pria itu (yang semuanya adalah tambahan sketsa yang dibuatnya).

Apa yang terjadi berikutnya? dia dimarahi oleh komisaris karena salah tangkap akibat dia mengacaukan sketsa.

Duar Arthur mengecek isi paket yang mencurigakan dan apa yang terjadi berikutnya?

Mati Tertawa Arthur menunjukan kostum pesta tahunannya kepada Louise dan Ibu Mertua, yang membuat Ibu Mertua tertawa sampai terkena serangan jantung mendadak. 

Apa kostum Arthur tahun ini?

Radar - Arthur dan Alfred diminta menyelidiki penyebab radar rusak, dengam mengamati satu satunya radar yang masih menyala. Di dalam sebulan ini, ada 15 radar lalu lintas yang rusak dan sama sekali tidak bisa digunakan.

Mereka memergoki si pelaku yang membawa palu gada, dan mengejarnya ketika mereka hendak menangkapnya. Sial, radar menangkap mobil polisi yang terlalu cepat. 

Alih-alih mengejar si pelaku, Arthur marah-marah dan menghajar radar dengan palu gada tadi.

Foto Kenangan- Arthur memotret Ibu Mertua dari mulai bangun tidur sampai tidur siang. Apa yang ingin dia lakukan sebenarnya? Louise dan Ibu Mertua mengiranya untuk foto kenangan. Padahal ...

Gantung Diri- Arthur bertemu si Kakek yang selalu mencoba bunuh diri lagi. Kali ini si Kakek hendak gantung diri di pohon. Seperti yang sudah-sudah, Arthur mencegahnya walau si Kakek bersikeras. Usaha perlawanan Kakek menyebabkan Arthur terantuk pohon dan tak sadarkan diri. Melihat itu si Kakek kabur dan meninggalkan tali gantung di sebelah tubuh Arthur.

Arthur kemudian dirawat di rumah sakit ditemani Komisaris yang tampak sedih karena mengira Arthur yang mencoba bunuh diri.

Natal Natal - Arthur dan Albert yang bertugas di malam natal tengah menyanyikan lagu natal di dalam mobil. Sampai mereka menyadari ada pencuri yang menyamar menjadi sinterklas sedang berusaha masuk ke rumah orang. 

Karena berbelas kasihan pada malam Natal itu penting, Albert dan Arthur menemukan ide untuk si Sinterklas.

Bintang-bintang di Atas Kepala - Ketika bertugas di malam Natal, Albert bertemu orang buta yang sedang berjalan dan berharap dapat melihat bintang malam itu. Tiba-tiba dia menabrak tiang dan karenanya dapat melihat bintang (dalam pikirannya). 

Alfred celangak celinguk dan kemudian memohonkan keinginan agar malam ini bisa memindahkan Ibu Mertua ke kutub utara. 

Kumpulan Fans - Seorang pria mabuk keluar dari bar olahraga, tampaknya dia merayakan kemenangan tim favoritnya. Arthur mengingatkan kalau dia tidak bisa mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Pria itu mengatakan kalau dia bersama istrinya. Tidak lama berselang, istri si pria keluar bar ... juga dalam keadaan mabuk.

Gerombolan Badut - Komisaris meminta timnya untuk menyamar sebelum mengamati bank yang menurut informan akan dirampok. Namun, penyamaran mereka menggelikan. Baca selengkapnya di app ipusnas.

Melihat dalam Kabut - Ketika Arthur kesulitan berjalan di tengah kabut, seseorang menawarkan bantuannya. Siapa yang menyangka ternyata itu adalah orang buta.

Buang Sampah Sembarangan - Arthur dan Alfred mengawasi area dilarang membuang sampah yang malah banyak orang membuang sampah disananya. Dengan bangganya mereka berkata kalau hari itu sudah dua puluh kali melarang orang untuk membuang sampah disana. 

Di akhir cerita, kita mengetahui kalau orang-orang itu membuang sampah di van mereka.

Menjelang Pemilu - Arthur dan Alfred hanya mengijinkan orang-orang menempel poster kandidat pilihan mereka masing-masing. Sampai akhirnya terjadi pertengkaran dan perkelahian. Untuk memecahkan masalah ini, Komisaris membuat poster kandidat keempat, yang tidak lain adalah dirinya.


Karakter Utama dalam Cerita

Arthur Delfouille

Agen polisi dengan kode Agen 212 adalah polisi yang baik tapi sering tertimpa kemalangan. Badannya besar dan overweight menurut dokter yang memeriksanya. Partner patrolinya adalah Albert. Dia juga sering ditugaskan untuk menyamar.

Arthur menyukai pertandingan sepak bola dan semangat jika diajak berpartisipasi untuk memakai kostum di pesta tahunan polisi.


Louis Delfouille

Istri Arthur yang seorang ibu rumah tangga. 


Ibu Mertua Arthur

Ibu dari Louis yang menganggap Arthur bodoh dan kerap menyesali mengapa anaknya menikah dengan polisi seperti dia. Menurutnya, bukan salah Arthur karena semua orang lahir tidak dalam kondisi IQ yang sama.


Albert

Teman patroli Arthur. 



Komisaris Raoul

Komisaris polisi yang suka memberikan Arthur hukuman turun menjadi polisi lalu lintas jika terkena hukuman. 



Kiki

Anjing chihuahua yang dibeli Louis untuk melepaskan stres sebagai ibu rumah tangga. Awalnya Arthur malu karena ukuran Kiki yang sangat kecil (seperti Obelix dan Dogmatix) tapi kemudian menjadi sangat dekat ketika Kiki menggigit Ibu Mertua. 


Arthur menjadi sangat dekat dengan Kiki, bahkan menganggapnya seperti anak sendiri. 



Antagonis dalam Cerita

Karakter Antagonis yang kerap muncul di dalam komik.

Suicidal Man si Kakek yang tidak pernah bosan mencoba untuk bunuh diri. Sayang aksinya selalu berhasil digagalkan oleh Arthur walau seringnya mereka berdua tertimpa kesialan.


Konklusi

Di komik edisi ke-27, cerita banyak melibatkan keluarga Arthur.


Fakta Tentang Komik Agen Polisi 212

Komik Agen Polisi 212 yang diterbitkan oleh PT Bhuana Ilmu Populer (BIP) berukuran 8,6 x 6,2 inch sejak tahun 2011. 16 edisi pertama pernah diterbitkan dalam ukuran besar 11 x 8,3 inch oleh PT Midas Surya Grafindo (Misurind) - perusahaan percetakan yang sudah tidak ada lagi sekarang.



  

  

Fakta Tentang Raoul Cauvin


Raoul Caouvin adalah penulis komik humor yang populer. Dia dilahirkan pada tanggal 26 September 1938 di Belgia. Dia bekerja di Dupuis sejak tahun 1960, menuliskan banyak komik dan banyak memenangkan penghargaan.




...
Nah setelah membaca review ini, apakah kalian juga tertarik membacanya? 
Happy reading!


xoxo

Baca juga: Edisi lain dari Agen Polisi 212

Referensi

Profil Raoul Cauvin, Wikipedia
Agent 212, Wikipedia.


0 Comentarios