Summary & Review Midnight Library, Matt Haig (2020)

The Midnight Library / Perpustakaan Tengah Malam adalah novel bergenre fantasi karya Matt Haig. Novel ini sempat terpilih sebagai salah satu karya fiksi populer versi Goodreads tahun 2020.



Satu Kalimat tentang Midnight Library

Manusia terkadang hanya lelah dengan permasalahan yang dialami, namun keinginan untuk bertahan hidup justru muncul ketika kita tengah meregang nyawa atau bertemu ancaman yang membahayakan jiwa.


midnight-library



Review Midnight Library


Perpustakaan Tengah Malam
Judul asli: Midnight Library
Penulis: Matt Haig
Penerjemah: Dharmawati
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 9786020649320
368 halaman
Baca di Gramedia Digital



"Di antara hidup dan mati terdapat sebuah perpustakaan," katanya. "Dan di dalam perpustakaan itu, rak-raknya berjejer tak berujung. Tiap-tiap buku menyediakan satu kesempatan untuk mencoba kehidupan lain yang bisa kujalani. Untuk melihat apa yang terjadi kalau kau mengambil keputusan-keputusan berbeda ... Apakah kau akan melakukan apa pun secara berbeda, kalau kau mendapat kesempatan untuk membatalkan penyesalan-penyesalan itu"

Blurb

Nora Seed harus membuat keputusan. Ia dihadapkan pada kemungkinan bisa mengubah hidupnya, memiliki karier yang berbeda, tidak putus dari mantan kekasih, dan mewujudkan mimpinya sebagai Glasiolog. Ia menjelajahi Perpustakaan Tengah Malam untuk memutuskan apa sebenarnya yang menjadikan hidup pantas dijalani. Setelah kehidupan yang diisi berbagai penyesalan dan kegagalan, akankah Nora Seed akhirnya mendapatkan kehidupan yang bisa memberinya kebahagiaan sejati?


Daftar Isi

Obrolan tentang hujan


Sembilan Belas Tahun Kemudian

Laki-laki di depan pintu

String Theory

Hidup adalah Penderitaan

Pintu-Pintu

Cara Menjadi Lubang Hitam

Antimateri

00:00

Sang Pustakawati

Perpustakaan Tengah Malam

Rak-Rak yang Bergerak

Buku Penyesalan

Penyesalan yang Meluber

Setiap Kehidupan Dimulai Sekarang

The three horseshoes


Status Terakhir yang Diunggah Nora Sebelum Ia Mendapati Diri di Antara Hidup dan Mati


Papan Catur

Satu-satunya Cara untuk Belajar Adalah Hidup

Api

Akuarium


Status Terakhir yang Diunggah Nora Sebelum Ia Mendapati Diri di Antara Hidup dan Mati

Kehidupan yang Sukses

Teh Peppermint

Pohon yang Merupakan Hidup Kita

Kesalahan Sistem

Svalbard

Hugo Lefevre

Berjalan Berputar-putar

Momen Krisis Ekstrem di Antah Berantah


Frustasi Karena Tidak Menemukan Perpustakaan Pada Saat Kau Betul-Betul Membutuhkannya

Pulau

Ibun Abadi

Suatu Malam di LLongyearbyen

Ekspektasi

Kehidupan dan Kematian dan Fungsi Gelombang Kuantum

Kalau Sesuatu Tengah Terjadi Pada Diriku, Aku Ingin Ada di Sana

Tuhan dan Pustakawati Lainnya

Ketenaran

Liar dan Bebas

Ryan Bailey

Nampan Perak Berisi Keik Madu

Podcast Pembuka Mata

Howl 

Cinta dan Derita

Ekuidistan

Mimpi Orang Lain

Kehidupan yang Lembut

Buat Apa Menginginkan Semesta Lain Kalau yang Ini Ada Anjingnya

Makan Malam Bersama Dylan

Last Chance Saloon

Perkebunan Anggur Buena Vista

Ragam Kehidupan Nora Seed

Tersesat di Perpustakaan

Mutiara Dalam Cangkang

Permainan

Kehidupan Sempurna

Pencarian Spiritual untuk Mendapatkan Hubungan yang Lebih Mendalam dengan Semesta

Hammersmith

Sepeda Roda Tiga

Tak di Sini Lagi

Insiden dengan Polisi

Cara Pandang Baru

Bunga-Bunga Punya Air

Tak Ada Tempat untuk Mendarat

Jangan Menyerah, Nora Seed!

Pencerahan

Sisi Lain Keputusasaan

Satu Hal yang Kupelajari (Ditulis oleh Bukan Siapa-siapa yang Telah Menjadi Semua Orang)

Hidup Versus Memahami

Gunung Berapi

Akhirnya Bagaimana


Ringkasan Cerita

Kehidupan Nora Seed yang sekarang bukanlah kehidupan yang dia inginkan. Dia merasa telah membuat keputusan-keputusan yang salah, yang membawa kegagalan dalam hidupnya.


Setelah kematian ayahnya, dia tidak meneruskan karir sebagai perenang. Dia beralih menjadi vokalis dan penulis lirik di dalam band yang dibentuk Joe, kakaknya-The Labyrinths


Namun ketika mereka menerima tawaran dari record label, Nora kemudian mundur yang menyebabkan renggangnya hubungan dengan Joe. Dia kemudian bekerja di String Theory -- sebuah toko musik, memiliki hubungan stabil dengan Dan. Sampai dia memutuskan untuk berpisah dengannya. Dia juga bertengkar dengan sahabatnya, karena dia memilih tidak pindah ke Australia seperti yang mereka sudah rencanakan.


Belum sembuh dari luka perpisahan, kucing kesayangannya_Voltaire mati tertabrak dan dia dipecat karena toko musik tempat dia bekerja mengalami kesulitan keuangan.

Malam itu Nora memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dia menuliskan status terakhir di Facebook. Di tengah kondisinya yang sekarat, dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia kini berada di sebuah perpustakaan-Perpustakaan Tengah Malam untuk melengkapi puzzlenya sebagai manusia. Berada dalam kondisi sekarat berarti hidup tak penuh, mati pun tak utuh.

Selama Midnight Library / Perpustakaan Tengah Malam yang dikelola oleh Mrs. Elm berdiri, Nora akan dijauhkan dari kematian. Yang harus dia lakukan hanyalah memutuskan bagaimana dia ingin hidup. Setiap buku yang ada di dalam perpustakaan ini berisikan kisah hidup berdasarkan keputusan yang dia ambil, termasuk keputusan yang selama ini dia sesali tidak dia ambil.

Ada jutaan buku di dalamnya karena setiap keputusan membawa dia ke dalam hidup yang berbeda, termasuk cara dan waktu mati yang berbeda. Perpustakaan Tengah Malam adalah perpustakaan kemungkinan. 

Dalam kondisi antara mati dan hidup ini, Nora menjalani berbagai macam kehidupan dan menemui orang-orang yang belum pernah dia temui. Bukan saja dia yang punya ceritanya sendiri, juga orang-orang terdekatnya. 

Di suatu kehidupan yang dipilihnya menjadi Glasiolog, dia mengenal bahwa bukan hanya dia saja yang seperti ini. Namun ada juga beberapa orang lain yang dalam kondisi serupa. Mereka menamakan dirinya sebagai slider. 

Para slider mempunyai versi tempat yang berbeda yang merupakan semacam metafora mental. Buat Nora, tempat itu adalah perpustakaan. Buat orang lain, bisa merupakan tempat yang berbeda. Itu hanyalah cara termudah yang diberikan agar mereka bisa memahaminya.

Sewaktu mereka sedang menjalani kehidupan di dalam kisah pilihannya, mereka bisa tiba-tiba saja menghilang kembali ke tempat metafora mental.

Yang terpenting ketika kita menjalani kehidupan di dalam buku yang kita pilih adalah tidak pernah menyerah dengan gagasan akan ada sebuah kehidupan di suatu tempat yang bisa dinikmati. 

Kita tidak perlu menikmati setiap aspek dari tiap-tiap kehidupan untuk tetap memiliki pilihan untuk mengalaminya. Menikmati kehidupan itu juga tidak berarti kita akan menetap di dalam hidup itu.

Kita hanya tinggal di dalam sebuah kehidupan selamanya kalau kita tidak bisa membayangkan kehidupan yang lebih baik, tetapi, paradoksnya adalah, semakin banyak kehidupan yang kita coba, semakin mudah rasanya untuk memikirkan sesuatu yang lebih baik, karena imajinasi berkembang sedikit lebih lebar dengan setiap kehidupan baru yang diicipinya,.

Mungkinkah di akhir novel, Nora menemukan kehidupan yang diinginkannya? ataukah dia akan menyerah dan memilih untuk mati?

Konflik


Konflik yang timbul adalah Nora dengan tanggapan perihal dirinya sendiri. Dia yang memilih jalan hidup atas kehendaknya, mulai goyah ketika hidup tidak secemerlang dengan apa yang dia dan orang-orang sekitarnya prediksikan. 

Dia yang satu persatu kehilangan orang yang disayanginya, mulai mempertanyakan akan kebenaran keputusan yang telah diambilnya dan mulai menyesali kehidupan yang tidak berani dia ambil. 

Ketika semua sangat menyakitkan, dia memutuskan mengakhiri hidupnya. Namun hidup memang seperti itu, punya dinamika dan ceritanya sendiri buat setiap orang. Orang yang ingin bunuh diri, bukan karena tidak mau lagi hidup namun mempunyai kesulitan menghadapi permasalahan yang dijalaninya saat itu. Sounds familiar?


Karakter Utama dalam Cerita

Nora Seed

Seorang perempuan berusia pertengahan 30 yang punya banyak potensi. Namun, hidup yang dijalaninya kini bukan merupakan versi terbaik yang dia bayangkan.

Di sekolahnya dulu, dia pernah dijuluki Si Perenang Otak Super. Bahkan Mr.Blandford pernah mengadakan apel khusus untuknya dan mengatakan bahwa Nora akan berakhir di Olimpiade.

Hubungan dengan kakak lelaki satu-satunya memburuk, putus dengan tunangan dan sahabat, kematian kucingnya dan dipecat dari pekerjaannya di String Theory membawa dia pada satu keputusan yang merubah hidupnya kelak. Keputusan untuk bunuh diri.

Namun ternyata dia terperangkap di Perpustakaan Tengah Malam. Dia sendiri cukup familiar dengan perpustakaan, yang pernah menjadi tempat favoritnya sewaktu duduk di bangku sekolah.


Karakter dalam Cerita

Geoff Seed

Ayah Nora Seed dilahirkan di pedesaan Irlandi tapi Ibunya dan dia bermigrasi ke Inggris untuk menjadi tukang bersih-bersih di sekolah. Mereka mengalami kesulitan menghasilkan cukup uang untuk makan, apalagi membeli apa pun yang mendekati bersenang-senang.

Geoff dirunding sejak kecil tapi lalu badannya berkembang menjadi cukup besar dan lebar untuk dengan mudah mengalahkan para perunduk. Selama bersekolah, ia bekerja kerasa dan terbukti hebat dalam sepak bola, tolak peluru dan terutama Rugbi. Ia bahkan menjadi pemain terbaik Bedford blues dan mempunyai masa depan cemerlang. 

Sampai cedera ligamen kolateral membunuh mimpinya. Ia kemudian menjadi guru olahraga dan menyimpan impian pada anak perempuannya menjadi seorang perenang dan berprestasi di bidang olahraga. Karena menurutnya, itulah yang bisa mengangkat derajat hidup mereka.

Joe Seed

Kakak lelaki Nora yang punya ambisi membuat band besar. Apalagi didukung dengan kemampuan Nora menorehkan lirik lagu, menurutnya band ini punya masa depan.

Ravi

Teman satu band di The Labyrinth yang juga adalah teman baik dari kakak lelakinya. Nora menganggap masalah Ravi adalah menyalahkan orang lain untuk kehidupannya yang payah.

Mrs. Elm

Pengurus Perpustakaan Tengah Malam ini merupakan sosok petugas perpustakaan di sekolahnya saat Nora masih muda. Dia yang menerima telepon yang mengabarkan kematian ayah Nora dan menghiburnya.


Ash

Seorang dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum setempat


Tema yang Diangkat di Dalam Cerita

Di dalam novel Midnight Library / Perpustakaan Tengah Malam mengangkat isu mental health.


Nilai yang Bisa Diambil

Cintailah diri kita sendiri, karena dengannya, kita bersama sehidup semati.


Review

Aku takkan pernah bisa menjadi semua orang yang kuinginkan dan menjalani semua kehidupan yang kuinginkan. Aku takkan pernah bisa melatih diriku dengan semua keahlian yang kuinginkan. Apa yang kuinginkan? Aku ingin hidup dan merasakan semua gradasi, warna, dan variasi pengalaman mental dan fisik yang dimungkinkan dalam hidupku (Sylvia Plath)

Quote dari Sylvia Plath di awal buku menjawab isi novel Perpustakaan Tengah Malam karya Matt Haig.

Penulis menggambarkan kehidupan di dalam novel ini bagaikan bibit pohon yang ditanam di tanah. Pohon yang merupakan kehidupan kita, kemudian menumbuhkan dahan-dahan yang bertolak dari batang dari ketinggian berbeda. 

Dahan kemudian menjadi dahan yang lain, dan juga ranting-ranting. Semua ranting itu berakhir di semua tempat yang berbeda setelah berawal dari satu tempat yang sama, dari akar yang sama. 

Dahan-dahan baru dibentuk setiap detik setiap harinya yang merupakan hasil perspektif kita dan juga dari perspektif orang lain. Ini berlangsung terus menerus selama kita hidup. 

Setiap ranting adalah hari-hari dalam kehidupan yang kita jalani, yang bisa berbeda jika kita mengambil arah berbeda di dalam kehidupan.

Penulis juga menguraikan pendapat dari Sylvia Plath, bahwasanya eksistensi merupakan pohon ara dan tiap tiap kemungkinan yang mungkin dijalaninya.--kehidupan pernikahan yang bahagia, kehidupan penyair yang sukses -- merupakan buah ara yang manis dan banyak airnya.

Tetapi dia tidak bisa mencicipi buah-buah ara yang manisa dan berair itu, jadi mereka membusuk tepat di depannya. 

Intinya membayangkan dan memikirkan semua kehidupan yang tidak kita jalani hanya bisa membuat kita gila dan tidak bahagia. Karena mungkin saja kebahagiaan adalah tepat pada kehidupan yang kita jalani sekarang, pada keputusan yang mungkin berbeda dengan keputusan kebanyakan orang lain. Seperti pada puisi The Road Not Taken karya Robert Frost.

Matt juga jelas tertarik pada konsep kehidupan Schrödinger yaitu mati sekaligus hidup di dalam pikiran kita sendiri. Apapun yang dilakukan penyesalan-penyesalan hidup ke otak kita menciptakan peristiwa-peristiwa neurokimia, yang mengaburkan kerinduan untuk mati dan hidup.

Hal yang menarik lainnya dari buku novel Perpustakaan Tengah Malam ini adalah bagaimana kita diajarkan mengurai penyesalan-penyesalan dengan melakukan suatu tindakan. Yang jika kita telaah ini adalah cara untuk mewujudkan keinginan-keinginan agar menjadi kenyataan.



  

Fakta Tentang Penulis


Matt Haig adalah jurnalis dan penulis berkebangsaan Inggris yang lahir di Sheffield, 3 Juli 1975. Dia merupakan penulis fiksi, non fiksi untuk anak-anak dan dewasa.


Buku non fiksinya berjudul Reasons to Stay pernah menjadi nomor satu Bestseller di Sunday Times dan berada di Top 10 penjualan buku di Inggris selama 46 minggu. Sementara buku fiksinya yang lain berjudul How to Stop Time kemungkinan akan diangkat ke layar lebar.


...
Nah setelah membaca review ini, apakah kalian juga tertarik membacanya? 
Happy reading!


xoxo

Kumpulan Kutipan / Quotes

Baca juga kumpulan quotes dari Novel Midnight Library.

 

Referensi

Profil Matt Haig, Wikipedia.

Buku Midnight Library/Perpustakaan Tengah Malam karya Matt Haig.

0 Comentarios